'Dinamika Celah & Ruang Nafas Kreatif'
"Everybody perseveres in its state of being at rest or of moving uniformly straight forward, except insofar as it is compelled to change its state by forces impressed."
(Sir Isaac Newton | ‘Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica’, 1687)
‘Benda yang awalnya diam akan tetap diam, dan benda yang awalnya bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan dengan kecepatan konstan’. Demikian secara populer dinyatakan oleh Sir Isaac Newton dalam hukum pertamanya. Itulah mengapa butuh energi kuat lokomotif kereta api pada saat awal dia menarik rangkaian gerbong hingga menimbulkan hentakan berikut suara `jengglèng` bagi telinga orang-orang Jawa. Segera setelah rangkaian gerbong itu bergerak konstan, proses percepatan dan perlambatan terus menerus terjadi. Karenanya sambungan antar gerbong dan lokomotif tidak dirancang kaku tetapi dengan memberi celah ruang kelonggaran gerak. Dalam dunia perkeretaapian fenomena ini dikenal dengan istilah slack-action.
Menjaga pergerakan agar tetap melaju seturut arah yang ditetapkan sembari sesekali memanfaatkan ruang longgar demi ruang bermain yang kreatif, menjadi tantangan selama proses desain. Demikian pun dalam proses perkuliahan di Semester Genap yang adalah kelanjutan gerak setelah pergerakan di Semester Ganjil. Pada semester Genap, Rekan-rekan Mahasiswa dituntut mampu mengatur percepatan dan/atau perlambatan, dengan mendayagunakan kelonggaran gerak sebagai ruang-ruang bermain, demi memberi nafas kreatif berdenyut dan hidup dalam pergerakan proses desain mereka kearah yang diharapkan.
Bagi mahasiswa baru di tahun pertama, semester 2 (dua) adalah langkah penerus setelah semester sebelumnya mengalami kejutan perubahan budaya belajar. Rekan-rekan mahasiswa diuntut arif memanfaatkan ruang longgar jadwal perkuliahan untuk mengembangkan kreativitasnya. Di perjalanan Semester 4 (empat), melanjutkan proses kreatif di jantung materi DKV, mahasiswa ditantang dengan interpretasi dan representasi lebih jauh lagi, sembari mengeksplorasi ruang-ruang organisasi lebih luas. Sama seperti pergerakan rangkaian kereta api, Semester 6 (enam) adalah semacam stasiun perhentian sementara dari kepadatan materi DKV, untuk kemudian Rekan-rekan Mahasiswa secara mandiri melaju di dua semester berikutnya untuk menyelesaikan jalur akhir proses perkuliahan.
Slack-action, adalah ruang longgar dalam pergerakan kearah yang ditetapkan. Pameran karya-karya terbaik mahasiswa di semester genap tahun akademik 2025-2026 ini dirancang sebagai ruang apresiasi atas pencapaian mahasiswa selama proses perjalanan yang konstan tersebut. Keberhasilan karya-karya ini menunjukkan bagaimana mereka mampu mengelola kelongaran antar gerak proses desain sebagai modal kreatif.
● ● ●
Pengantar Kuratorial Oleh: Bernardus Andang P. Adiwibawa, S.T., M.Si.
(Kurator Pengarah Pameran)
‘Pacing the Process: Ritme, Kelonggaran, & Kontrol Gerak Proses Desain’
Oktober 2026
Designer talk sebagai salah satu agenda dalam pameran hadir sebagai ruang dialektika untuk membaca ulang ritme dan kontrol gerak di balik penciptaan karya-karya terbaik DKV UDINUS, menelusuri bagaimana para perancang muda menavigasi waktu, jeda, dan kedalaman berpikir. Mulai dari langkah awal The Inquirer, eksplorasi luas The Navigator, hingga jeda strategis The Strategist.
Karya-Karya yang ditampilkan pada Web Galeri dan Ruang Pamer Slack-Action adalah karya-karya yang sudah diseleksi oleh Tim Dosen Pengampu Mata Kuliah (10 Besar), dan kemudian diseleksi kembali oleh Tim Kurator (5 Besar). Di akhir Pameran nantinya Tim Kurator akan melakukan penilaian akhir untuk menentukan Karya Terbaik yang berhak mendapatkan penghargaan pada masing-masing kelompok Karya.
Ali Muqoddas, S.Sn., M.Kom.
Henry Bastian, M.Kom.
Puri Sulistiyawati, S.Sn., M.Kom.
Ir. Siti Hadiati Nugraini, M.Kom., Ph.D.
Toto Haryadi, S.Sn., M.Ds.